Umi Maunya Abang Begini
Diajak ke mal, Royyan akan berlari ke sana kemari. Tidak mempedulikan anjuran saya agar tetap berjalan dengan santai. Sementara untuk menghampirinya saya cukup kesulitan. Kondisi pusat perbelanjaan yang ramai menghalangi saya mendekatinya.
Satu saat di lokasi yang agak sepi, saya berkesempatan berkomunikasi dengannya. Saya menyampaikan keinginan agar ia tidak berjalan terpisah dari saya. Kemungkinan penculik berkeliaran di tempat umum seperti ini, sangat besar. Maka dari itu Royyan harus waspada dan mengikuti arahan saya.
Alhamdulillah diberi pengertian demikian ia mengangguk. Saya tidak mengatakan ketidakinginan sebab hal itu berarti kalimat negatif. Namun sebagaimana panduan dalam materi Komunikasi Produktif, mengatakan keinginan bisa menjadi kunci sukses memahami gaya berbicara dengan buah hati.
Salam ibu profesional
#day17
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Satu saat di lokasi yang agak sepi, saya berkesempatan berkomunikasi dengannya. Saya menyampaikan keinginan agar ia tidak berjalan terpisah dari saya. Kemungkinan penculik berkeliaran di tempat umum seperti ini, sangat besar. Maka dari itu Royyan harus waspada dan mengikuti arahan saya.
Alhamdulillah diberi pengertian demikian ia mengangguk. Saya tidak mengatakan ketidakinginan sebab hal itu berarti kalimat negatif. Namun sebagaimana panduan dalam materi Komunikasi Produktif, mengatakan keinginan bisa menjadi kunci sukses memahami gaya berbicara dengan buah hati.
Salam ibu profesional
#day17
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Posting Komentar untuk "Umi Maunya Abang Begini"
Pesan dimoderasi, terima kasih telah meninggalkan komentar yang santun. Sebab bisa jadi Anda dinilai dari komentar yang Anda ketikkan.